budidaya wortel

April 27, 2009 at 5:50 pm 10 comments

wortelWORTEL
Family Apiaceae

Deskripsi

Sayuran ini sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia dan populer sebagai sumber vit. A karena memiliki kadar karotena (provitamin A). Selain itu, wortel juga mengandung vit. B, vit. C, sedikit vit. G, serta zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Sosok tanamannya berupa rumput dan menyimpan cadangan makanannya di dalam umbi. Mempunyai batang pendek, berakar tunggang yang bentuk dan fungsinya berubah menjadi umbi bulat dan memanjang. Umbi berwarna kuning kemerah-merahan, berkulit tipis, dan jika dimakan mentah terasa renyah dan agak manis.

Manfaat

Untuk sayuran dan minuman (jus)

Syarat Tumbuh

Wortel merupakan tanaman subtropis yang memerlukan suhu dingin (22-24° C), lembap, dan cukup sinar matahari. Di Indonesia kondisi seperti itu biasanya terdapat di daerah berketinggian antara 1.200-1.500 m dpl. Sekarang wortel sudah dapat ditanam di daerah berketinggian 600 m dpl. Dianjurkan untuk menanam wortel pada tanah yang subur, gembur dan kaya humus dengan pH antara 5,5-6,5. Tanah yang kurang subur masih dapat ditanami wortel asalkan dilakukan pemupukan intensif. Kebanyakan tanah dataran tinggi di Indonesia mempunyai pH rendah. Bila demikian, tanah perlu dikapur, karena tanah yang asam menghambat perkembangan umbi.

Pedoman Budidaya

PENGOLAHAN TANAH Tanah yang akan ditanami wortel diolah sedalam 30-40 cm. Tambahkan pupuk kandang sebanyak 1,5 kg/m2 agar tanah cukup subur. Bila tanah termasuk miskin unsur hara dapat ditambahkan pupuk urea 100 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCl 30 kg/ha. Selanjutnya dibuatkan bedengan selebar 1,5-2 m dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. Tinggi bedengan di tanah kering adalah 15 cm, sedangkan untuk tanah yang terendam, tinggi bedengan dapat lebih tinggi lagi. Di antara bedengan perlu dibuatkan parit selebar sekitar 25 cm untuk memudahkan penanaman dan pemeliharaan tanaman. PENANAMAN Kebutuhan benih wortel adalah 15-20 g/10 m2 atau 15-20 kg/ha. Benih wortel yang baik dapat dibeli di toko-toko tanaman atau membenihkan sendiri dari tanaman yang tua. Jika membeli, pilihlah benih yang telah bersertifikat. Benih wortel dapat langsung disebarkan tanpa disemai dahulu. Sebelumnya, benih direndam dalam air sekitar 12-24 jam untuk membantu proses pertumbuhan. Kemudian, benih dicampur dengan sedikit pasir, lalu digosok-gosokkan agar benih mudah disebar dan tidak melekat satu sama lain. Benih ditabur di sepanjang alur dalam bedengan dengan bantuan alat penugal, lalu benih ditutupi tanah tipis-tipis. Berikutnya, bedengan segera ditutup dengan jerami atau daun pisang untuk menjaga agar benih tidak hanyut oleh air. Jika tanaman telah tumbuh (antara 10-14 hari), jerami atau daun pisang segera diangkat.

Pemeliharaan

Setelah tanaman tumbuh segera dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan pertama adalah penyiraman yang dapat dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari jika udara sangat kering. Cara pemberian air yang lain ialah dengan jalan menggenangi parit di antara bedengan. Cara seperti ini dapat dilakukan bila terdapat saluran drainase. Tanaman yang telah tumbuh harus segera diseleksi. Caranya cabutlah tanaman yang lemah atau kering, tinggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Tindakan ini sekaligus diikuti dengan penjarangan yang berguna untuk memberikan jarak dalam alur dan menjaga tercukupinya sinar matahari sehingga tanaman tumbuh subur. Penjarangan menghasilkan alur yang rapi berjarak antara 5- 10 cm. Pemeliharaan selanjutnya adalah pemupukan yang sudah dapat dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu berupa 50 kg Urea/ha, disusul pemberian kedua (1 atau 1,5 bulan kemudian) berupa urea sebanyak SO kg/ha dan KCl 20 kg/ha. Dosis dapat berubah sesuai kondisi tanah dan rekomendasi pemupukan yang ada. Cara pemupukan adalah dengan menaburkan pupuk pada alur sedalam 2 cm yang dibuat memanjang berjarak sekitar 5 cm dari alur tanaman. Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pendangiran. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Hama dan Penyakit

Ada beberapa hama yang penting diketahui karena sering menyerang tanaman wortel di Indonesia, di antaranya sebagai berikut. Manggot-manggot (Psila rosae) Umbi wortel yang terserang memperlihatkan gejala kerusakan (berlubang dan membusuk) akibat gigitan pada umbi. Penyebab kerusakan ini adalah sejenis lalat wortel yang disebut manggot-manggot (Psila rosae). Periode aktif perusakan adalah saat larva lalat ini memakan umbi selama 5-7 minggu sebelum berubah menjadi kepompong. Umbi yang telah terserang tidak dapat di perbaiki, sebaiknya dicabut dan dibuang. Pencegahannya, saat tanaman wortel masih muda disiram dengan larutan Polydo120 g dicampur air sebanyak 100 liter. Untuk lebih meyakinkan hasilnya, pemberian Polydol diulangi lagi 10 hari kemudian. Semiaphis dauci Serangan hama ini ditandai dengan terhentinya pertumbuhan, tanaman menjadi kerdil, daun-daun menjadi keriting, dan dapat menyebabkan kematian. Hama ini umumnya menyerang tanaman muda sehingga menyebabkan kerugian besar. Hama perusak ini adalah serangga berwarna abu-abu bernama Semiaphis dauci. Pemberantasan dan pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan Polydol 20 g dicampur air 100 liter. Atau dapat pula menggunakan Metasyttox 50 g dicampur air 100 liter. Penyakit Penyakit tanaman wortel yang dianggap penting antara lain sebagai berikut. Bercak daun cercospora Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak bulat atau memanjang yang banyak terdapat di pinggir daun sehingga daun mengeriting karena bagian yang terserang tidak sama pertumbuhannya dibanding bagian yang sehat. Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora carotae (Pass). Penyebarannya dibantu oleh angin. Bagian tanaman yang lebih dahulu terserang adalah daun muda. Pengendaliannya dengan menanam biji yang sehat, menjaga sanitasi, tanaman yang telah terserang dicabut dan dipendam, serta pergiliran tanaman. Cara pengendalian yang lain adalah dengan menyemprotkan fungisida yang mengandung zineb dan maneb, yaitu Velimex 80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha. Busuk hitam (hawar daun) Gejala penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak kecil berwarna cokelat tua sampai hitam bertepi kuning pada daun. Bercak dapat membesar dan bersatu sehingga mematikan daun-daun (menghitam). Tangkai daun yang terinfeksi menyebabkan terjadinya bercak memanjang berwarna seperti karat. Gejala pada akar baru tampak setelah umbi akar disimpan. Pada akar timbul bercak berbentuk bulat dan tidak teratur, agak mengendap dengan kedalaman sekitar 3 mm. Jaringan yang busuk berwarna hitam kehijauan sampai hitam kelam. Terkadang timbul pula kapang kehitaman pada permukaan bagian yang busuk. Penyebab penyakit ini adalah jamur Alternaria dauci yang semula disebut Macrosporium carotae. Pengendaliannya dengan pergiliran tanaman, sanitasi, penanaman benih yang sehat, dan membersihkan tanaman yang telah terserang (dicabut dan dipendam atau dibakar). Dapat juga digunakan fungisida, misalnya Velimex 80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha.

Panen dan Pasca Panen

Wortel dapat dipanen setelah 100 hari tergantung dari jenisnya. Pemanenan tidak boleh terlambat karena umbi akan semakin mengeras (berkayu) sehingga tidak disukai konsumen. Cara pemanenan dilakukan dengan jalan mencabut umbi beserta akarnya. Untuk memudahkan pencabutan sebaiknya tanah digemburkan dahulu. Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari agar dapat segera dipasarkan.

sumber http://www.iptek.net.id

About these ads

Entry filed under: pertanian. Tags: .

budidaya sukun budidaya jambu monyet (jambu mete)

10 Comments Add your own

  • 1. kyosuke  |  July 18, 2009 at 1:42 pm

    kalo mau memulai budidaya wortel ini paling minim dana yang harus dimiliki berapa yach?kalo sya hanya punya lahanseluas kuraglebih 250 meter apa bisa untuk budidaya?dan cara untuk memaksimalkannya gimana?

    Reply
    • 2. genduters  |  July 24, 2009 at 9:50 am

      kalau untuk dana awal kurang tahu
      hanya saja untuk mamaksimalkan gemburkan tanah yang agak lebar(bhs jawanya: gulutane seng ombo) dan tebarkan benih yang rapat
      itu tidak akan mempengarui buahnya

      Reply
  • 3. Richard  |  October 1, 2009 at 10:51 am

    good thinking wortel enakkkkk!!!!

    Reply
  • 4. anton  |  March 3, 2010 at 5:50 am

    mohon lengkapi dengan cara treatment wortel pasca panen biar lebih awet dan bisa di eksport. saat ini byk wortel import masuk supermarket. saya perlu cara supya wortel kita bisa lebih awet tapi tetap aman dikonsumsi. ini juga untuk menambah pasar petani kita selain ke pasar tradisional. tolong informasinya krm ke email saya, dan saya pasti praktekan ke kelompok petani yang sedang kami bina. trims

    Reply
  • 5. koko prasetyo  |  May 4, 2010 at 10:58 am

    aku bisa bantu dengan dana minim, aku punya lahan di Batu – Jawa Timur, selama ini aku kerjasama dengan beberapa teman dekat yang ingin mengembangkan investasi di dunia bercocok tanam sebagai investor, aku sebagai operator lahan.
    Investor tidak harus punya lahan, cukup dana investasi aja tapi minimal investasi 400rb untuk satu tahun, istilah masyarakat setempat menyebutnya 1 gawang atau 400m2 ( 20m X 20m ) dan minimal sewa harus 2 gawang jd 800rb
    Sementara tanggung jawab ku adalah pengawasan& perawatan sampai panen, pembelian bibit+pupuk+obat2 an utk hama, biaya tenaga kerja, hingga memberi masukan harga terbaik saat panen semacam konsultan lah+bertanggung jawab thd penjualan hasil panen
    Pada saat panen di bagi 2 , investor yang duduk manis hak profit sharing nya 1/4 dan aku sebagai pengelolah lahan mendapat hak 3/4.
    Biasa nya untuk 1 gawang hasil panen nya 2 ton atau 2000 kg meskipun harga fluktuatif tapi range harga berkisar Rp 1000 hingga Rp 2500 ambil terendah aja Rp 1500X2000kg = 3jt x 2 gawang = 6 jt dibagi 4 = Rp 1.500.000,-
    MASA PANEN WORTEL ADALAH 120 HARI / 4 BULAN
    Jd investasi awal pertahun 800rb sdh BEP pada musim panen pertama, masih 8 bulan lagi yang menjadi hak kita bersih tanpa potongan apapun…..
    gimana ada yang tertarik…boleh telp ke 031 7710 8218 ato 0878 5118 8585

    Reply
  • 6. indra  |  October 27, 2010 at 11:54 am

    mohon bantuanya, apa sih penyebab utama wortel jadi banyak pecah.?

    Reply
  • 7. indra  |  October 27, 2010 at 11:55 am

    mhon bantuanya , apa sih penyebab wortel jadi banyak pecah

    Reply
  • 8. indra  |  October 27, 2010 at 11:56 am

    mohon bantuan apa sih penyebab wortel jadi pecah

    Reply
  • 9. indra  |  October 27, 2010 at 11:56 am

    mohon bantuan nya kenapa sih tanaman wortel jadi banyak pecah?

    Reply
  • 10. indra  |  November 29, 2010 at 1:48 pm

    mohon di beri petunjuk , untuk mengatasi rumput , di bedengan tanaman wortel , karna baru usia 1 bulan tanaman wortel saya , rumput nya sudah sangat rimbun dan mengalahi tumbuh nya tanaman wortel kami , mhon bantuan nya ////

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pilih bahasa

Categories

status

kaskusradio.com

KasKusRadio - Indonesian Radio

rank

Alexa Certified Traffic Ranking for ayobertani.wordpress.com
April 2009
M T W T F S S
    May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 47 other followers

%d bloggers like this: