budidaya duku palembang

June 12, 2009 at 11:29 pm 20 comments

duku_palembang

DUKU PALEMBANG
Family Meliaceae

Deskripsi

Merupakan salah satu duku unggul dari Sumatera Selatan. Bentuk buahnya bulat atau bulat lonjong. Kulit buahnya tipis, halus, berwarna kuning agak kecokelatan, dan sedikit mengandung getah. Daging buahnya bening dan rasanya manis. Persentase daging buahnya antara 64-77%. Keistimewaannya, duku ini jarang sekali berbiji. Dari sekitar 10-15 buah, biasanya hanya dijumpai sebuah duku yang berbiji. Produktivitas tanaman yang mulai berbuah rata-rata 12 kg/pohon/tahun, sedangkan tanaman yang sudah dewasa dapat menghasilkan 800-900 kg/pohon/tahun.

Manfaat

Buah duku pada prakteknya selalu dimakan dalam keadaan segar setelah dikupas dengan tangan, tetapi buahnya yang tanpa biji dapat dibotolkan dalam sirop. Kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama, serta digunakan untuk tiang rumah, gagang perabotan, dan sebagainya. Kulit buahnya yang dikeringkan di Filipina dibakar untuk rnengusir nyamuk. Kulit buah itu juga dimanfaatkan sebagai obat anti diare, berkat kandungan oleoresinnya. Bagian tanaman lainnya yang digunakan sebagai obat adalah bijinya yang ditumbuk digunakan oleh penduduk setempat di Malaysia untuk menyembuhkan demam, dan kulit kayunya yang rasanya sepet digunakan untuk mengobati disentri dan malaria; tepung kulit kayu juga digunakan sebagai tapal untuk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking.

Syarat Tumbuh

Duku dapat tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Duku dapat tumbuh dan be’rbuah baik pada tipe tanah latosol, podsolik kuning, dan aluvial. Curah hujan 1.500-2.500 mm per tahun. Tanah yang sesuai mempunyai pH antara 6-7. Tanaman lebih senang ditanam di tempat yang terlindung. Oleh karena itu, tanaman ini biasanya ditanam di pekarangan atau tegalan, bersama dengan tanaman tahunan lainnya seperti durian, jengkol, atau petai. Duku toleran terhadap kadar garam tinggi, asalkan tanahnya mengandung banyak bahan organik. Duku juga toleran terhadap tanah masam atau lahan bergambut. Tanaman ini toleran terhadap iklim kering, asalkan kandar air tanahnya kurang dari 150 cm. Tanah yang terlalu sarang, seperti pada tanah pasir, kurang baik untuk tanaman duku. Namun, tanah berpasir yang mengandung banyak bahan organik dapat digunakan untuk tanaman duku, asalkan diberi pengairan yang cukup.

Pedoman Budidaya

Tanaman diperbanyak dengan biji. Biji ini dibersihkan dari daging yang melekat pada biji (arilus), kemudian disemaikan langsung karena biji duku tidak dapat disimpan lama. Biji duku bersifat poliembrioni sebesar l0-50%. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan dengan sambung pucuk. Batang bawah berasal dari semai biji duku berumur setahun lebih. Perbanyakan dengan penyusuan berhasil baik, tetapi dapat dipisahkan dari pohon induknya setelah 4-5 bulan kemudian. Sementara, cara okulasi jarang dilakukan karena kesulitan mengambil mata tempelnya. Cara cangkok juga jarang dilakukan karena pertumbuhan bibitnya lemah meskipun dapat berakar. Bibit dari biji mempunyai masa remaja (juvenil) panjang, antara 8-17 tahun. Umur mulai berbuah untuk bibit vegetatif belum jelas, tetapi di Thailand bibit sambungan mulai berbuah pada umur 5-6 tahun. Cabang entres diambil dari varietas unggul yang daunnya masih muda, tetapi sudah mulai menua, biasanya menjelang musim hujan. Untuk memperoleh hasil sambungan tinggi sebaiknya daun cabang entres dirompes dua minggu sebelum cabang dipotong. Di Filipina, sebagai batang bawah yang kompatibel digunakan semai Dysoxylum altisimum Merr. dan Dysoxlum floribundum Merr. Duku ditanam pada jarak tanam 6-8 m dalam lubang berukuran 6o cm x 6o cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 20 kg/lubang. Bibit ditanam pada umur 1-2 tahun atau setelah mencapai tinggi 75 cm lebih. Pupuk buatan berupa campuran 100 g urea, 50 g P2O5, dan 50 g KCl per tanaman diberikan empat kali dengan selang tiga bulan sekali. Setelah ditanam, bibit harus diberi naungan dengan atap daun kelapa atau jerami kering. Kondisi lahan di sekitar bibit harus dij aga agar tetap lembap.

Pemeliharaan

Pohon muda hendaknya dinaungi dengan baik dan disirami selama beberapa tahun pertama. Pucuk utama langsat yang bertipe tegak harus dipenggal, dan cabang-cabang lateral yang tumbuh diikat supaya tumbuh mendatar, agar perawakannya lebih memencar. Pada pohon yang lebih tua, hanya pucuk pucuk air dan cabang-cabang yang kena penyakit yang perlu dipangkas. Pemberian mulsa yang banyak dianjurkan. Persyaratan kebutuhan haranya barangkali rendah, berkat pertumbuhannya yang lambat dan hasilnya yang rendah, tetapi pemupukan yang ringan di awal musim hujan dan setelah panen mungkin bermanfaat, terutama jika ingin diproduksi hasil yang besar. Pengairan dapat digunakan untuk mempercepat pembungaan satu atau dua bulan, asalkan calon bunga telah muncul selama periode kering sebelumnya. Perbungaan mulai tumbuh 7-10 hari setelah penyiraman. Suatu masa kering yang pendek, yang terjadi ketika buah masih menempel di pohonnya akan menimbulkan bahaya turunnya panen secara serius, disebabkan oleh pecahnya buah jika kekurangan air itu tiba-tiba dipulihkan.

Hama dan Penyakit

Penyakit busuk akar dan antraknosa merupakan 2 macam penyakit yang berbahaya, yang masing-masing menyerang pohon dan buah duku. Belum jelas betul patogen mana yang menyebabkan busuk akar, sebab belum ada bukti bahwa Phytophthora spp. terlibat dalam hal ini. Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) tampak berupa bintik kecoklatan yang berukuran kecil sampai besar pada rangkaian buah; serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal, dan juga menyebabkan kerugian pasca-panen. Penggerek kulit kayu, merupakan hama yang umum, terutama pada langsat yang bertipe tegak, yang seringkali menyebabkan jeleknya penampilan ranting-rantingnya yang mati oleh ulat-ulat ngengat ‘carpenter’ (Cossus sp.) dan ngengat hijau (Prassinoxema sp.). Ulatnya menjadi pupa di dalam lorong. Hama-hama ini aktif sepanjang musim hujan; sebagian kerusakan disebabkan oleh rusaknya kuncup bunga: Petani duku mencolek kulit kayu yang lepas dari cabang yang terserang, membunuh penggerek penggerek yang muncul, dan mengecat dengan insektisida cabang yang telah dibersihkan terlebih dahulu. Penggerek-penggerek lain menyerang batang, ranting, dan buah. Di Malaysia, ulat penggerek buah dapat menyebabkan banyak sekali buah rontok; buah-buah yang terserang itu hendaknya dikumpulkan dan dikubur untuk memotong daur hidup hama ini: Di Indonesia, larva kumbang ‘weevil’ dijumpai di dalam buah duku. Kutu perisai dan kutu kecil (mites) dapat pula menimbulkan kerusakan yang hebat. Kelelawar, burung, dan tikus suka sekali memakan buah duku; pemberantasannya yang efektif adalah menyinari dengan baterai pada rnalam hari dan membungkus tandan-tandan buah dengan kantung-kantung nilon. Daunnya dirusak oleh binatang pengebor daun, penggulung daun, kumbang, dan kutu.

Panen dan Pasca Panen

Buah duku dipanen dengan jalan dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan-tandan buahnya yang matarig dengan pisau atau gunting pangkas. Hendaklah hati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan, sebab perbungaan berikutnpa akan muncul dari situ juga. Kenyataannya, daripada memanjat pohonnya Iebih baik menggunakan tangga, sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusalcan kuncup-kuncup bunga yang masih dorman. Diperlukan empat atau lima kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon. Hanya pemetikan buah yang matang, yang ditaksir dari perubahan warna, yang akan sangat memperbaiki kualitas buah. Umumnya buah yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan, tetapi jika pematangan tidak bersamaan, akan sangat menqulirkan pemanenan. Buah duku harus dipanen dalam kondisi kering, sebab buah yang basah akan berjamur jika dikemas. Penanganan pasca panen Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak, kulit buahnya berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. Buah dapat dibiarkan di pohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang, tetapi walau masih berada di pohonnya buah-buah itu tetap akan berubah menjadi coklat, dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. Penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15° C dan kelembapan nisbi 85-90% dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu, jika buah-buah itu direndam dahulu dalam larutan benomil (4 g/1). Buah duku dipasarkan dalam keranjang-keranjang bambu yang dialasi koran bekas atau daun pisang kering. Seringkali buah-buah itu dipilah-pilah dahulu sebelum dijual.

sumber: http://www.iptek.net.id

About these ads

Entry filed under: pertanian. Tags: .

cara membuat teh komos

20 Comments Add your own

  • 1. Rumah Penyuluh  |  December 25, 2009 at 4:24 pm

    Duku Palembang memang sudah sangat terkenal ya, tapi bisa ngga dibudidayakan di tempat lain,apakah masih sama kualitas buahnya dengan duku yang memang dibudidayakan di Palembang sana?

    Reply
  • 2. SAUT BOANGMANALU  |  January 16, 2010 at 3:53 pm

    Terimakasih informasinya. Kunjungi juga semua tentang Pakpak di GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

    Reply
  • 3. peterpen  |  February 28, 2010 at 10:14 am

    saya tanam dekat dengan laut tanahnya agak berpasir apakah tanaman yang saya tanam akan tumbuh dengan baik.

    Reply
  • 4. gusti  |  March 30, 2010 at 9:30 pm

    thx atas infonya, saya mau tau dimana bisa mendapatkan bibitnya, dan untuk pengiriman ke bali bagaimana prosedur dan biayanya ( minimal bibit yang dibeli )…. terima kasih

    Reply
  • 6. ketut budiarta  |  April 23, 2010 at 3:53 pm

    kami pernah membeli bibit duku palembang pada satu pameran pembanguanan di bali sekarang tanaman itu sudah beumur 16 tahun saat itu kami menanam bersamaan dengan tanaman manggis manggis kami sudah panen sejak tahun ke 7 begitu juga durian montong dan kani tapi duku yang kami tanam samapai sekarang ga pernah berbuah.untuk info kami berada di ketinggian 700 m dari permukaan laut berada di Tabanan Bali .sampai saat ini kami belum pernah melihat duku kami ada tanda berbunga padahal tumbuhnya sangat subur dan sehat kira-kira cocok ga tumbuh di ketinggian seperti itu.karena di daerah kami juga cukup banyak tumbuh duku sangat bagus tapi duku palembang tidak mau berbunga apalagi berbuah.kira-kira dimana kami mendapatkan bibitnya terima kasih.

    Reply
  • 7. Zaenal Sultani  |  June 1, 2010 at 1:54 pm

    Bagaimana caranya untuk memesan bibit duku palembang

    Reply
  • 8. Alghie  |  June 9, 2010 at 10:07 pm

    thanks infonya

    Reply
  • 9. tric06  |  June 10, 2010 at 2:05 am

    sip, dapat juga info ttg duku, thx
    (http://tric06.student.ipb.ac.id/)

    Reply
  • 10. selly  |  June 11, 2010 at 11:12 am

    tks atas infonya

    Reply
  • 11. CHENG  |  November 19, 2010 at 1:40 am

    Bagai mana cara supaya duku yang sudah berumur 30th bisa berbuah, apa karena batang terlalu banyak jamur /spora sehingga tidak dapat berbunga,mohon infonya. terma kasih dan salam kenal.

    Reply
  • 12. Ki Jegos  |  November 27, 2010 at 8:16 pm

    Mohon bantuan infonya dimana bisa membeli bibit duku yg bagus berkualitas tinggi . Bagi siapa saja yg bisa memberi info, saya ucapkan terimakasih.

    Reply
  • 13. nopian  |  March 19, 2011 at 12:29 am

    duku kan berbuah tahunan,,bisa gk duku tu pembuahanya dipercepat,,karna tu bisnis yg menguntungkan

    Reply
  • 14. Langsat Air Putih | timpakul mahalabiu  |  December 26, 2011 at 9:49 am

    [...] Bukit Pinang, dikenal sebagai pusatnya langsat air putih. Langsat air putih bisa disetarakan dengan Dukuh Palembang. Sayangnya, Langsat Air Putih sudah mulai berkurang pepohonannya. Gang Tawar merupakan satu tempat [...]

    Reply
  • 15. peduli pertanian  |  January 8, 2012 at 11:13 pm

    sipps infona, maju pertanian indonesia yaaa

    Reply
  • 16. Yayasan Petani Dunia  |  January 24, 2012 at 2:21 pm

    Nice Artikel…:)
    Kunjungi website kami ya pak di http://www.mangga.info , kalau boleh tukeran link pak :)
    terima kasih..

    Reply
  • 17. ani  |  February 5, 2012 at 9:42 am

    Aku pngen pulang bntr lg kn musim duku

    Reply
  • 18. iwan mubaroq  |  March 10, 2012 at 1:20 pm

    mohon infonya bagaimana mengatasi kudik di pohon dan batang pada tanaman duku,dan apa obatnya.thanks

    Reply
  • 19. wanyad  |  March 21, 2012 at 12:51 am

    mantap gan infonya..ijin sharing ya gan…

    Reply
  • 20. novayanti_grs  |  May 1, 2012 at 11:22 am

    thanks yah buat infony..
    :)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pilih bahasa

Categories

status

kaskusradio.com

KasKusRadio - Indonesian Radio

rank

Alexa Certified Traffic Ranking for ayobertani.wordpress.com
June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers

%d bloggers like this: