TEKNOLOGI PASCA PANEN KEDELAI

April 13, 2009 at 11:12 am Leave a comment

gubernur-jateng-bibit-waluyo-menunjukka-hasil-panen-kedelai1


Ada lima tahapan penanganan Pasca Panen Kedele

  1. Pengeringan Brangkasan :
    Dapat dilakukan dengan 2 cara : secara alami atau menggunakan para-para

    1. Pengeringan Secara Alami Brangkasan kedele dijemur langsung di bawah sinar matahari. Dapat dilakukan di atas lantai jemur atau menggunakan alas plastik, sebaiknya dipilih yang berwarna hitam/gelap untuk mempercepat pengeringan. Brangkasan kedele yang baru dipanen tidak boleh ditumpuk dalam timbunan besar, terutama pada musim hujan untuk mencegah kerusakan biji karena kelembaban yang tinggi.
    2. Pengeringan  dengan para-para
      Cara ini dilakukan terutama bila panenan dilaksanakan waktu musim hujan.

      1. Para-para dibuat bertingkat
      2. Brangkasan kedele ditebar merata di atas para-para tersebut
      3. Dari bawah dialirkan panas dari sekam, untuk menurunkan kadar air
      4. Brangkasan dianggap cukup kering bila kadar airnya telah mencapai kurang lebih 18 %.

  1. Pembijian
    Dapat dilakukan dengan pemukul (digebug) atau dengan mesin (Threster)

    1. Digebug/Dipukul
      1. Brangkasan yang cukup kering di atas lantai jemur/alas lain
      2. Dipukul dengan karet ban dalam sepeda atau kain untuk menghindarkan terjadinya biji pecah
      3. Biji yang terlepas dari polong ditampi
      4. Biji dijemur sampai kadar air mencapai kurang lebih 14 %
      5. Disimpan dalam wadah/karung yang bebas hama/penyakit
    2. Menggunakan alat mekanis (power thresher)
      1. Power thresther yang biasa digunakan untuk padi dapat dimanfaatkan untuk kedele. Pada waktu perontokan dikurangi hingga mencapai kurang lebih 400 rpm.
      2. Brangkasan kedele yang dirontokkan dengan alat ini hendaknya tidak terlalu basah
      3. Kadar air yang tinggi dapat mengakibatkan biji rusak dan peralatan tidak dapat bekerja dengan baik
  2. Pembersihan Untuk membersihkan biji kedele yang telah dirontokkan dapat menggunakan alat sebagai berikut
    1. Ditampi Tampi terbuat dari anyaman bambu, berbentuk bulat dan diberi bingkai penguat.
    2. Menggunakan mesin pembersih (Winower) Mesin ini merupakan kombinasi antara ayakan dengan blower
  3. Pengemasan dan pengangkutan
    1. Biji kedele yang telah bersih disimpan dalam wadah yang bebas hama dan penyakit seperti karung goni/plastik atau bakul
    2. Bila diangkut pada jarak jauh, hendaknya dipilih jenis wadah/kemasan yang kuat.
  1. Penyimpanan
    1. Tempat penyimpanan harus teduh, kering dan bebas hama/penyakit
    2. Biji kedele yang akan disimpan sebaiknya mempunyai kadar air 9-14 %

Entry filed under: pertanian. Tags: .

DARI KOMPOS MENJADI TEMPE Tanaman Herbal Penghias Pagar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pilih bahasa

Categories

status

kaskusradio.com

KasKusRadio - Indonesian Radio

rank

Alexa Certified Traffic Ranking for ayobertani.wordpress.com
April 2009
M T W T F S S
    May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: