Budi Daya Bandeng di Keramba Jaring Apung

April 15, 2009 at 1:37 am 2 comments

0911bandBudidaya ikan bandeng tidak hanya berkembang di air payau, namun saat ini juga berkembang di air tawar maupun laut dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA).

Budidaya ikan bandeng telah lama dikenal oleh petani dan saat ini telah berkembang di hampir seluruh wilayah perairan Indonesia, terutama di daerah Sulawesi Selatan dengan memanfaatkan perairan payau dan pasang surut. Budidaya ikan bandeng tidak hanya berkembang di air payau, namun saat ini juga berkembang di air tawar maupun laut dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA).

Teknologi budi daya ikan ini juga telah mengalami perkembangan yang begitu pesat, mulai dari pemeliharaan tradisional yang hanya mengandalkan pasok benih dari alam pada saat pasang sampai ke teknologi intensif yang membutuhkan penyediaan benih, pengelolaan air, dan pakan secara terencana.

Di Sulawesi Selatan, bandeng sangat digemari oleh masyarakat dan banyak sekali disajikan dalam bentuk ikan bakar di warung-warung makan untuk konsumsi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Namun, di restoran besar pun bandeng mulai disajikan dengan istimewa.

Harga ikan ini relatif murah, dapat terjangkau semua lapisan masyarakat, sehingga dapat memberikan andil yang cukup besar dalam meningkatkan gizi masyarakat. Bandeng sebagai komoditas budidaya yang telah mapan untuk tingkat petani tambak, upaya efisiensi budidayanya merupakan tuntutan utama, sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani dan nelayan.

Menurut Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Aji Sularso, ikan bandeng sebagai komoditas budidaya mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan komoditas budidaya lainnya. Sebab, teknologi perbenihannya telah dikuasai dengan baik sehingga pasok benih tidak lagi tergantung pada musim dan benih dari alam.

Teknologi budidayanya, baik di tambak maupun dalam KJA, telah dikuasai dengan baik. Secara teknis mudah diaplikasikan dan secara ekonomis menguntungkan. Selain itu, mampu mentolerir perubahan salinitas, dari 0 sampai 158 ppt, sehingga areal budidayanya cukup luas, mulai dari perairan tawar hingga ke perairan laut.

Bandeng juga mampu hidup dalam kondisi yang padat di KJA (100-300 ekor/m3), pertumbuhannya pun cepat (1,6 persen/hari), efisien dalam memanfaatkan pakan, pakan komersial untuk ikan ini sudah tersedia dalam jumlah cukup hingga ke pelosok desa. Jaminan pasar baik dalam maupun luar negeri masih terbuka.

Permintaan ikan bandeng dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, baik untuk tujuan konsumsi, umpan bagi industri perikanan tuna cakalang, maupun untuk pasar ekspor. Sementara areal budidayanya di darat semakin hari semakin menciut akibat banyaknya lahan tambak yang dikonversi untuk kebutuhan pembangunan lain, seperti untuk perumahan, industri, dan pariwisata, yang pada gilirannya akan berdampak pada penurunan produksi.

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produksi budidaya bandeng adalah dengan memanfaatkan perairan laut seperti muara sungai, teluk, laguna, dan perairan semacamnya yang memenuhi persyaratan, baik teknis, sosial ekonomi, legalitas, maupun lingkungannya.

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perairan seperti tersebut di atas layak untuk dijadikan lokasi budidaya dengan sistem keramba jaring apung. Pengkajian tentang kelayakan lokasi, tata lelak, dan desain keramba telah banyak dilakukan.

Penggunaan KJA untuk budidaya bandeng di laut memiliki beberapa kelebihan, antara lain efisien dalam penggunaan lahan, mudah dalam pemanenan baik selektif maupun total, mudah dipantau dan tidak memerlukan pengelolaan air yang khusus seperti di tambak, produktivitasnya tinggi (350-400 kg/keramba 6 m3/musim tanam 6 bulan).

Skala usaha bandeng dapat disesuaikan dengan kemampuan modal dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lokasi budidaya. Demikian halnya dengan ikan bandeng yang diproduksi dalam KJA dapat memiliki standar kualitas ekspor, yakni sisik bersih dan mengkilat, tidak berbau lumpur, kandungan asam lemak Omega-3 relatif tinggi jika dibandingkan dengan bandeng yang diproduksi pada tambak

Selain itu, dagingnya kenyal dengan aroma yang khas sehingga sangat digemari sebagai ikan bakar di warung-warung sea food, dan ukurannya bisa mencapai 600-800 g/ekor sesuai dengan permintaan pasar.

Hasil penelitian Atjo dan Syahrun (2000), yang diungkapkan dalam situs DKP, menunjukkan, kebutuhan ikan bandeng untuk pasar spesifik berupa rumah-rumah makan sea food, hotel, dan pasar swalayan, khususnya di Kota Makassar, diperkirakan mencapai enam ton per hari, dan saat ini baru terpenuhi 25 persen.

Masalah utama yang dihadapi adalah kontinyuitas produksi, konsistensi mutu, terutama dalam hal bobot, rasa, ukuran, dan penampilan fisik. Kriteria-kriteria yang dipersyaratkan tersebut akan dapat dipenuhi dan hasil budidaya bandeng yang berasal dari keramba jaring apung di laut.

Hasil identifikasi yang telah dilakukan terhadap wilayah pesisir dan laut, menunjukkan, lahan yang potensial untuk kegiatan budidaya laut diperkirakan mencapai 1,9 juta hektare. Dari potensi tersebut yang layak untuk budidaya ikan adalah 369.500 ha dan tersebar di beberapa provinsi di Indonesia.

Teknologi budidaya bandeng dengan sistem keramba jaring apung di laut mulai dirintis oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP) Maros, Sulawesi Selatan, sejak tahun 1993, dan sejak saat itu rutin dilakukan percontohan di berbagai daerah di Indonesia.

Saat ini, budidaya bandeng dengan sistem KJA telah berkembang di Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Batam, Riau, Bali, dan daerah lainnya di Indonesia. Bahkan di beberapa daerah seperti Bali telah diproduksi secara rutin bandeng tanpa duri hasil budidaya di KJA.

Beberapa hasil penelitsan BRPBAP sebelumnya menunjukkan bahwa ikan bandeng memang dapat diproduksi dalam keramba jaring apung di lahan seperti teluk, laguna, muara sungai, maupun perairan semacamnya, dengan hasil yang cukup menggembirakan.

sumber situs hijau

Entry filed under: peternakan. Tags: .

Cabe Bisa Melawan Kanker Prostat Formula Support untuk Ternak

2 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pilih bahasa

Categories

status

kaskusradio.com

KasKusRadio - Indonesian Radio

rank

Alexa Certified Traffic Ranking for ayobertani.wordpress.com
April 2009
M T W T F S S
    May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: