Formula Support untuk Ternak

April 15, 2009 at 1:47 am 2 comments

137310_dsc01711BERBAGAI usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan produktivitas ternak. Baik ternak yang diambil telurnya, dagingnya, maupun susunya.

PELBAGAI usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan produktivitas ternak. Baik ternak yang diambil telurnya, dagingnya, maupun susunya. Selain penyediaan makanan ternak yang bermutu, dilakukan pemberantasan hama atau penyakit.

Hama atau penyakit tersebut bisa mengakibatkan menurunnya produktivitas ternak, bahkan menyebabkan kematian. Lebih berbahaya lagi bila ternak yang sakit itu dikonsumsi manusia, bisa mengakibatkan penyakit bahkan kematian manusia. Contoh yang paling aktual ialah penyakit antraks yang menyerang kambing di daerah Bogor belum lama ini.

Para peternak maupun para ahli peternakan terus berusaha mencegah timbulnya penyakit dan mengobati penyakit ternak untuk meningkatkan produktivitasnya. Bahkan juga pemakaian pakan yang berkualitas juga dilakukan. Termasuk pula pemberian makanan tambahan (food supplement).

Janu Dharma Saragih, seorang peternak di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun, Bekasi, Jawa Barat, yang telah menggeluti usaha ternak selama belasan tahun, menemukan formula support untuk meningkatkan produktivitas ternak. Formula itu untuk menyempurnakan makanan ternak yang telah ada.

Namun ternak dimaksud bukan yang dipelihara dalam kandang khusus, melainkan yang dipelihara secara lepas. Seperti ayam kampung (bukan ras/buras). Demikian juga kambing atau sapi yang di padang penggembalaan.

Formula support merupakan kemasan dari multivitamin yang sangat dibutuhkan ternak. Seperti halnya manusia juga membutuhkan multivitamin.

Janu bukanlah seorang yang pernah belajar kimia maupun farmasi. Apalagi kedokteran hewan. Ia hanyalah seorang yang berpendidikan STM jurusan mesin.

Namun, Janu menjadi Direktur Produksi dan Pemasaran di peternakan PT Esok Lebih Baik, terus mengembangkan formula tersebut. Dari pengalaman yang dilakukan untuk ternak ayam kampung atau buras, yang dipelihara seperti halnya ternak rumahan, dengan menggunakan formula support, seekor ayam betina setiap tahun mampu menghasilkan telur 250 sampai 300 butir.

Biasanya seekor ayam betina dalam satu tahun mengalamai tiga periode bertelur, tiga kali mengeram dan tiga kali menetaskan. Satu periode bertelur paling menghasilkan 20 – 25 butir. Ini berarti dengan menggunakan formula support, satu periode bisa menghasilkan 10 kali lipat dibandingkan bila tidak menggunakan formula support. ”Ini pengalaman yang sudah dilakukan belasan tahun,” kata Janu Saragih.

Semua temuannya itu dia pelajari dari buku-buku mengenai vitamin untuk kesehatan manusia. Maklum, dia pernah bekerja sebagai staf penjualan buku-buku kedokteran di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia tidak hanya menjual buku-buku tersebut, tetapi juga membaca dan mempraktekkannya pada ternak.

Sebagai makanan ternak, ramuannya satu gram formula dicampur satu liter air diaduk sampai rata dan diberikan untuk enam ekor betina dan seekor pejantan. Ayam betina itupun harus yang sudah bertelur. Bila belum pernah bertelur, formula tersebut justru akan menyebabkan tidak bertelur.

Selain formula, pakan utama ayam tetap diberikan, yakni 1 kilogram dedak, 1 ons abu teri, dan 1,5 ons jagung giling (bulat). Pakan dan formula diberikan setiap hari kepada ayam tersebut.

Formula juga bisa diberikan kepada ayam pedaging. Ramuannya, 1 gram formula untuk 15 ekor anak ayam yang berumur antara 3 sampai 7 hari. Sementara bila berumur 3 minggu sampai 1 bulan, 1 gram formula diberikan untuk 10 ekor. Dalam waktu 3 bulan, anak ayam telah berbobot 1 kg.

Manfaat formula tersebut juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit tetelo yang sering menyerang ayam.

Ternak Lain

Selain ayam, formula support bisa diberikan kepada kambing, sapi, kerbau, kuda, dan babi. Tentu dosisnya lebih besar.

Seekor anak sapi diberi 5 sampai 10 gram formula yang dilarutkan dalam 3 hingga 5 liter air ditambah 2 sendok makan garam, dan diberikan sebelum hewan tersebut digembalakan. Tidak ada pakan khusus selain makanan tradisional seperti rumput, jerami atau sisa sayuran untuk kambing. Berat seekor sapi rata-rata setiap harinya bisa naik 1 – 1,5 kg, sehingga pada umur 3 bulan beratnya bisa mencapai 50 kg.

Sementara untuk kambing yang diberikan formula ini dalam waktu 15 bulan, bisa beranak 3 kali sebanyak 2 sampai 5 ekor. Multivitamin ini juga bisa menyembuhkan kambing yang lumpuh, mencret dan perut kembung.

Formula tersebut dijual dengan harga Rp 350 per gram. Saat ini pemasaran dilakukan secara tradisional. Para peternak membeli langsung kepada Janu.

Dia mengakui saat ini belum mampu menjual secara besar-besaran, karena modal yang sangat terbatas. Selain itu, temuannya itu belum dipatenkan.

sumber situs hijau

Entry filed under: peternakan. Tags: .

Budi Daya Bandeng di Keramba Jaring Apung Serat Tinggi, Buah Naga Ikat Lemak

2 Comments Add your own

  • 1. RRj  |  May 25, 2009 at 9:41 pm

    Untuk kelinci bisa ngak ?

    Reply
  • 2. rudy  |  July 6, 2011 at 9:41 pm

    jangkrik saya banyak boss b3 minta nomor hp nya biar gampang
    bisnisnya 1kg harganya brpa boss

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pilih bahasa

Categories

status

kaskusradio.com

KasKusRadio - Indonesian Radio

rank

Alexa Certified Traffic Ranking for ayobertani.wordpress.com
April 2009
M T W T F S S
    May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: