MERAIH LABA DARI KAMBING ETAWA

April 18, 2009 at 5:54 am 3 comments

etawaMemelihara kambing Peranakan Etawa (ET) untungnya sangat menggiurkan. Air susu dan air kencingnya pun laku dijual. Haris RK

Radhmadiansyah Adlan, merupakan salah satu contoh pengusaha yang terbilang sukses mendulang untung dari peternakan kambing jenis Perakanan Etawa (PE). Rahmad, yang akan segera mengakhiri masa lajangnya ini, merupakan salah satu peternak yang cukup besar di kawasan sentra peternakan PE yang berlokasi di desa Kemiri Kebo, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. DIY.

Di lahan seluas 1000 M2 lebih, pria asal Sumatera Barat ini, sedikitnya memelihara 70 ekor kambing PE. Bisnis itu, dirintisnya sejak tiga tahun lalu. Pada awalnya, Rahmad ingin mengembangkan usaha penangkaran. Maksudnya, ia ingin menghasilkan bibit kambing PE untuk dijual ke pasar. Namun, dalam perkembanganya, ia tidak hanya fokus untuk pembibitan tapi juga menjual air susu PE.
Di wilayah lereng Merapi tersebut, ternak kambing PE memang bukan sesuatu yang asing. Maklum rata-rata warga yang tinggal di daerah berhawa dingin tersebut memang memiliki kebiasaan memelihara kambing PE disamping peternakan lainya seperti sapi dan kerbau.

Tapi apa yang dilakukan Adlan, memang sangat berbeda dengan yang menjadi kebiasaan penduduk setempat. Adlan, lebih profesional. Ia benar-benar menjadikan PE sebagai lahan bisnis yang memberikan keuntungan, bukan sekadar pekerjaan sambilan, seperti yang biasa dilakukan warga setempat. “Kalau kita serius, kambing PE sangat menguntungkan,” kata pria kelahiran 16 Desember 1977 ini.

Rahmad mengakui bahwa yang dilakukannya saat ini, masih pada tahap uji coba. Namun baru tahap uji coba pun usaha ini telah membuahkan hasil. Karena itulah, ia berniat untuk mengembangkan peternakan ini lebih besar lagi. “Potensi pasar masih terbuka lebar,” katanya.

Dari 70 ekor kambing, Rahmad telah memanen hasil dari penjualan bibit PE dan air susu. Bahkan kotoran ternak dan air seni yang pada dasarnya merupakan limbah juga laku dijual. Kotoran kambing memang tidak langsung dijual begitu saja, tapi harus diolah terlebih dulu menjadi pupuk kompos yang harga perkilonya mencapai Rp 1000. Sementara air seni kambing dijual dalam bentuk mentah dan fermentasi. Untuk yang mentah satu liter dihargai Rp 750 sedangkan yang sudah fermentasi mencapai Rp 15.000/liter. “Saat ini yang mengambil dari perorangan dan Universitas Gajah Mada untuk sampel penelitian,” kata sarjana Teknik Industri dari UII Jogjakarta ini.

Yang menarik, dari komoditas yang bisa dijual tersebut yang paling menguntungkan justru hasil penjualan air susu kambing. Rahmad mengaku kewalahan memenuhi permintaan yang terus meningkat dari hari ke hari. “Saya belum bisa memenuhi karena kapasitas produksinya memang masih rendah,” katanya.

Dalam memasarkan produknya, Rahmad memang terbilang jeli. Ia sengaja menyasar konsumen khusus, yakni mereka yang sedang menjalani proses terapi penyembuhan. Maksudnya, air susu tersebut dimanfaatkan sebagai terapi penyembuhan bagi mereka yang sedang didera penyakit tertentu. “Sebagian besar yang menjadi konsumen kami, orang-orang yang sedang bermasalah dengan kesehatan,” ujar pria berkaca mana minus ini.

Dari berbagai literatur diketahui, susu kambing PE memiliki kelebihan dibandingkan dengan susu sapi yang biasa dikonsumsi selama ini. Jika dibuat keju atau yogurt, susu kambing memiliki aroma lebih menarik dibandingkan dengan susu sapi.

Ahmad Sodik, seorang peneliti dari Fakultas Peternakan Unsoed, Purwokerto bahkan menyatakan bahwa susu kambing bisa dijadikan alternatif sebagai minuman bayi pengganti ASI (Air Susu Ibu). Bahkan dari hasil penelitiannya bersama timnya, ia berani menyimpulkan bahwa kualitas susu kambing PE justru lebih bagus dibandingkan dengan ASI.

Hasil penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa air susu kambing PE sangat bagus untuk perbaikan nutrisi, karena tidak memiliki masalah lactosa intolerence sebuah zat yang bisa menyebabkan diare. “Air susu kambing PE memiliki kandungan gizi yang sangat bagus untuk kesehatan,” katanya.

Paling tidak menurut hasil penelitian tersebut, susu kambing PE sangat bagus untuk mereka yang menderita penyakit asma dan paru-paru. Bahkan untuk stamina pria pun juga oke. “Kalau mau minum dua gelas tiap hari dijamin stamina kita kuat,” ungkap Rahmad.
sumber bisnis ukm

Entry filed under: peternakan. Tags: .

BUDIDAYA CACING TANAH BUDIDAYA KESEMEK BRASTAGI

3 Comments Add your own

  • 1. adil utomo  |  May 31, 2009 at 10:42 pm

    bos, kalo mau jual kencing kambing kemana? saya sehari bisa 80 liter/hari yang dihasilkan dari 40 ekor kambing betina saya. cp: 081328070009

    Reply
    • 2. genduters  |  June 5, 2009 at 9:37 pm

      sory baru bales bos
      untuk menjual urin kambing yang masih mentah saya ndak begitu tahu’
      kalau sudah menjadi pupuk yang dikemas
      toko2 pertanian sudah mau menerima

      maap banget ya bos
      regard

      Reply
  • 3. Ki2'd"0z0  |  January 7, 2010 at 6:59 pm

    B0s,..
    Untuk kambing PE ini,lebih bagus dengan sistem intensif atau d gembalakan,?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pilih bahasa

Categories

status

kaskusradio.com

KasKusRadio - Indonesian Radio

rank

Alexa Certified Traffic Ranking for ayobertani.wordpress.com
April 2009
M T W T F S S
    May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d bloggers like this: