cara membuat teh komos

June 8, 2009 at 10:46 am 10 comments

CompostTea

Manfaat secangkir teh bagi kesehatan tubuh manusia rasanya hampir setiap hari digembar-gemborkan. Namun tahukah Anda bahwa teh juga ternyata disukai oleh tumbuhan lain?

Manfaat secangkir teh bagi kesehatan tubuh manusia rasanya hampir setiap hari digembar-gemborkan. Namun tahukah Anda bahwa teh juga ternyata disukai oleh tumbuhan lain?

Ya….teh yang dimaksud di sini adalah teh kompos atau pupuk cair organik yang berguna untuk menyuburkan tanaman. Teh kompos bukan dibuat dari daun teh, melainkan dibuat dari pupuk atau kompos yang berasal dari sampah taman kota atau pasar. Selain menyuburkan, teh kompos dapat digunakan sebagai pestisida organik karena populasi mikrobanya dapat berfungsi sebagai pemberantas hama.

Teh kompos ini sangat mudah dibuat seperti halnya Anda menyeduh teh untuk minuman setiap hari. Namun yang direndam di sini adalah kompos yang hasil perendamannya ini dapat digunakan untuk “obat” dari tanaman. Berikut ini adalah langkah-langkah membuat teh kompos :

1. Siapkan seember air. Anda bisa menggunakan air keran atau air hujan. Biarkan air ini selama sekitar 24 jam untuk mengendapkan kandungan klorin.

2. Siapkan sebuah ember baru yang bersih. Tambahkan satu sekop kompos, atau sekitar 1 galon. Tuangkan air yang telah disiapkan tadi ke dalam ember berisi kompos dengan rasio 5:1 (air/kompos). Aduk hingga tercampur secara merata.

3. Biarkan cairan kompos ini berkembang dan berfermentasi selama kurang lebih tiga hingga tujuh hari. Jangan lupa untuk mengaduk campuran ini secara merata beberapa kali setiap hari untuk memberikan oksigen ke dalam air. Campuran kompos-air ini membutuhkan oksigen, jadi jangan terlalu mengabaikan bagian ini.

4. Setelah sekitar seminggu, saringlah teh kompos dengan selembar kain halus atau nylon. Pisahkan cairan teh kompos yang telah disaring ini dalam sebuah ember kosong, sedangkan kompos yang tersaring kain dapat dicampurkan lagi dengan kompos lain .

5. Cairan teh kompos hasil saringan harus diencerkan lebih dulu dengan cara mencampur 10 bagian air dengan 1 bagian teh kompos. Setelah diencerkan, teh kompos baru dapat disemprotkan ke tanaman. Jangan menyemprotkan teh kompos ke tanaman dalam kondisi panas terik untuk melindungi kerusakan tanaman akibat panas.

6. Siram atau semprotkan teh kompos untuk tanaman Anda setiap dua pekan atau seperlunya. Teh kompos dapat diaplikasikan untuk tanaman yang setidaknya sudah berdaun, meskipun teh kompos juga dapat menyuburkan tanah saat penanaman bibit.

7. Perlu diingat, teh kompos harus selalu beraroma segar dan berbau tanah. Jika beraroma menyengat jangan dulu dipakai tetapi tambahkan lebih banyak air dan aduk lebih dalam dan lebih sering setiap hari. Teh yang beraroma menyengat pertanda kurang mendapat oksigen. Untuk hasil terbaik, gunakan teh kompos satu jam setelah proses fermentasi.

sumber: http://www.situshijau.co.id

Entry filed under: pertanian. Tags: .

budidaya PILI budidaya duku palembang

10 Comments Add your own

  • 1. setia  |  June 12, 2009 at 3:58 pm

    ini baru yang selama ini saya cari, pupuk cair…thank ya atas sharingnya

    Reply
  • 2. cHiepy  |  December 5, 2009 at 7:01 am

    thx sharing nya…

    Reply
  • 3. selly  |  June 11, 2010 at 11:43 am

    nice artikel

    Reply
  • 4. isroi  |  July 21, 2010 at 7:01 pm

    Rasanya yang disebut teh kompos bukan teh yang digunakan untuk tanaman. Teh kompos dalam bahasa ingris = compost tea. Tanya ke Om Google tentang compost tea itu.
    Compost tea adalah kompos yang direndam kemudian cairannya yang diambil. Compost tea ini mengandung asam humat dan asam fulvat yang bermanfaat untuk tanaman. Compost tea biasanya digunakan seperti pupuk organik cair.
    Semoga bermanfaat.
    http://isroi.wordpress.com

    Reply
  • 5. mulyadi  |  December 27, 2010 at 9:27 am

    Terima kasih atas infonya mas. Akan segera saya praktekan ke tanaman buah saya.
    Maju terus untuk petani kita.

    Reply
  • 6. aila  |  February 10, 2011 at 11:16 am

    ada buku refrensi yang lebih mendukung gak untuk cari infonya?

    Reply
  • 7. pulzzahut  |  June 1, 2011 at 1:51 am

    trims pembahasannya, mg2 nanti bs saya praktekkan

    Reply
  • 8. wicak  |  June 11, 2011 at 9:20 pm

    masukan yang sangat berguna bagi petani tangguh
    Salam Tangguh
    dari petani tangguh

    Reply
  • 9. Agrobisnis  |  April 22, 2012 at 4:26 pm

    Di mana bisa beli pupuk cair yang murah ?

    Reply
  • 10. latif suandar  |  March 8, 2013 at 1:28 am

    Thanx ya infonya semoga ilmunya bermanfaat untuk para petani tangguh kita

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pilih bahasa

Categories

status

kaskusradio.com

KasKusRadio - Indonesian Radio

rank

Alexa Certified Traffic Ranking for ayobertani.wordpress.com
June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d bloggers like this: