Khasiat Bunga Pagoda

bunga_pagoda Bunga Pagoda
(Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet)

Sinonim :
C. kaempferi (Jacq.) Sleb., C. paniculatum L., Volkameria japonica Thunb.

Familia :
Verbenaceae.

Uraian :
Umumnya, bunga pagoda ditanam di taman, pekarangan rumah, atau di tepi jalan daerah luar kota sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Bali: senggugu, tumbak raja. NAMA ASING He bao hua (C), pagoda flower (I). NAMA SIMPLISIA Clerodendri japonici Radix (akar bunga pagoda), Clerodendri japonici Flos (bunga pagoda).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT DAN KHASIAT Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Akar bunga pagoda berkhasiat antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak, dan menghancurkan darah beku. Daun rasanya manis, asam, agak kelat, sifatnya netral. Daun berkhasiat sebagai antiradang dan mengeluarkan nanah. Bunga rasanya manis, sifatnya hangat, berkhasiat sedatif, dan menghentikan perdarahan (hemostatis).

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian yang digunakan adalah akar, bunga, dan daun. Untuk penyimpanan, akar harus dikeringkan.

INDIKASI
-Akar digunakan untuk pengobatan:
-sakit pinggang (lumbago), nyeri pada rematik,
-tuberkulosis paru (TB paru) yang disertai batuk darah,
-wasir berdarah (hemoroid), berak darah (disentri),
-susah tidur (insomnia), dan
-bengkak (memar) akibat terbentur benda keras.

Bunga digunakan untuk pengobatan:
-penambah darah pada penderita anemia,
-keputihan,
-wasir berdarah, dan
-susah tidur (insomnia).

CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus 30-90 g akar atau bunga. Selain , itu, akar juga dapat dijadikan serbuk, lalu diseduh dan diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun segar sampai halus, lalu bubuhkan pada bisul, koreng, dan memar. Selain itu, daun segar dapat diperas dan air perasannya dioleskan pada luka berdarah.

CONTOH PEMAKAIAN
Wasir berdarah
Masak 60 g akar atau bunga pagoda dengan usus sapi. Setelah dingin, kuahnya diminum dan usus sapinya dapat dimakan.

Susah tidur
Keringkan bunga atau akar pagoda secukupnya, lalu giling untuk dijadikan serbuk. Ambil satu sendok teh serbuk tadi, lalu masukkan ke dalam satu seloki arak manis. Aduk rata, lalu minum sekaligus pada malam hari menjelang tidur.

Bisul, koreng
Cuci daun bunga pagoda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit madu sambil diaduk merata. Bubuhkan ramuan tersebut pada tempat yang sakit, lalu balut. Ganti ramuan ini tiga kali sehari.

sumber http://www.iptek.net.id

Advertisements

May 4, 2009 at 9:53 pm 3 comments

Khasiat Bayam Duri

bayam_duri Bayam Duri
(Amaranthus Spinousus, Linn.)

Sinonim :

Familia :
Amaranthaceae

Uraian :
Bayam duri (amaranthus spinousus) termasuk jenis tanaman amaranth.Tumbuhan ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat mencapai 1 meter. Sebagai tanda khas dari tumbuhan bayam duri yaitu pada pohon batang, tepatnya di pangkal tangkai daun terdapat duri, sehingga orang mengenal sebagai bayam duri.Bentuk daunnya menyerupai belahan ketupat dan berwarna hijau. Bunganya berbentuk bunga bongkol, berwarna hijau muda atau kuning. Bayam duri banyak tumbuh secara liar di pekarangan rumah, ladang atau di jalan-jalan kampung. Bayam duri tumbuh baik di tempat-tempat yang cukup sinar matahari dengan suhu udara antara 25 – 35 Celcius.

Nama Lokal :
Bayem eri, bayem raja, bayem roda, bayem cikron (Jawa); Senggang cucuk (Sunda), Bayam keruai (Lampung); Ternyak duri, ternyak lakek (Madura), Podo maduri (Bugis); Thorny amaranthus (Inggris), Bayam Duri (Indonesia);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kencing Nanah, Kencing tidak lancar, Bronkhitis, Produksi ASI; Tambah Darah, Eksim, Bisul, Demam;

Pemanfaatan :

1. Kencing Nanah
Bahan: 1 potong akar (dengan bonggolnya) bayam duri, adas
pulawaras secukupnya.
Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan
disaring.
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore

2. Kencing tidak lancar
Bahan: 1 potong akar (dengan bonggolnya) bayam duri.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: diminum sekaligus.

3. Gangguan pernapasan dan bronkhitis
Bahan: batang bayam duri lengkap dengan daun, bunga dan akarnya.
Cara membuat: ditumbuk halus, kemudian direbus dengan 1 liter air
dan disaring.
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore

4. Memproduksi ASI
Bahan: batang bayam duri lengkap dengan daun, bunga dan akarnya.
Cara membuat: ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dioleskan/dibobolkan seputar payudara

5. Tambah Darah
a. Bahan: 2 genggam daun batang bayam duri dan 1 butir telur ayam
kampung.
Cara membuat: daun bayam ditumbuk halus, kemudian ditambah 1
gelas air dan diperas/disaring, telur ayam kampung dimasukan
dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum (untuk orang dewasa 1 minggu
sekali)

b. Bahan: 1 genggam daun batang bayam duri dan 1 sendok makan
madu.
Cara membuat: daun bayam ditumbuk halus dan diambil airnya,
kemudian ditambah madu.
Cara menggunakan: diminum biasa ( untuk bayi)

6. Eksim dan bisul
Bahan: 1 potong bayam duri.
Cara membuat: ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dioleskan / dibobokan pada bagian yang sakit.

7. Demam
Bahan: 2 genggam daun batang bayam duri dan 1 butir telur ayam
kampung.
Cara membuat: ditumbuk halus, kemudian ditambah 1 gelas air
secukupnya.
Cara menggunakan: tempelkan di dahi sebagai kompres.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Bayam duri mengandung amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, garam fosfat, zat besi, serta Vitamin (A, C, K dan piridoksin=B6).

sumber http://www.iptek.net.id

May 4, 2009 at 9:50 pm 3 comments

Khasiat Jamur Kayu

jamur_kayu Jamur Kayu
(Ganoderma lucidum (Leyss.ex Fr.) Karst.)

Sinonim :

Familia :
Polyporaceae

Uraian :
Tumbuh saprofif pada batang kayu yang lapuk, tumbuh liar dan kadang dibudidayakan. Badan buah bertangkai panjang yang tumbuh lurus ke atas, topi dari badan buahnya menempel pada tangkai tersebut, bangun setengah lingkaran dan tumbuh mendatar. Badan buah menunjukkan lingkaran-lingkaran yang merupakan batas periode pertumbuhan, tepi berombak atau berlekuk, sisi atas dengan lipatan-lipatan radier, warnanya coklat merah keunguan, mengkilat seperti lak. Berumur beberapa tahun dengan tiap-tiap kali membentuk lapisan-lapisan himenofora baru.

Nama Lokal :
Supa sinduk (Sunda).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sukar tidur (Insomnia), pusing, bronkhitis, asma, silicosis, hepatitis; Hipertensi, sakit jantung, sakit lambung, tidak napsu makan; Rematik;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Badan buah. Setelah dikumpulkan, dicuci lalu dijemur.

KEGUNAAN:
– Badan terasa lemah (Neurasthenia), pusing.
– Rasa lemah akibat sakit lama.
– Sukar tidur (insomnia).
– Bronkhitis kronis, asthma, silicosis.
– Hepatitis.
– Tekanan darah tinggi.
– Sakit jantung koroner (Coronary heart disease).
– Kolesterol tinggi (hipercholesterolemia).
– Sakit lambung (gastritis).
– Tidak napsu makan (anoreksia).
– Rematik sendi (Rheumatic arthritis).
– Menunda ketuaan.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 3-15 g, rebus.
Pemakaian luar. Digunakan untuk pilek (Rhinitis).

CARA PEMAKAIAN:
1. Neurasthenia, sukar tidur, mimpi berlebihan:
3-10 g jamur kayu direbus, minum.

2. Hepatitis kronis, sesak napas (asma bronkhial):
1-2 g jamur kayu dibuat bubuk, seduh dengan air panas, minum
setelah dingin. Lakukan 3 kali sehari.

3. Manguatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh:
Rebus 15 g ling zhi dengan 4 gelas air bersih dalam periuk tanah
sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring dan airnya
ditambahkan 1 sendok makan madu. Aduk sampai rata, minum.
Sehari 2 kali, tiap kali minum sebanyak 1 gelas.

CATATAN :
Ling-zhi adalah jamur yang dijual di toko obat dengan berbagai macam kemasan berupa potongan-potongan jamur atau yang sudah diolah seperti kapsul, tablet, sirop, tincture atau suntikan.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasanya manis sedikit pahit, hangat, tidak beracun. Menguatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit jantung, aphrodisiak, menambah napsu makan (stomakik), penenang (sedatif, obat batuk (antitusif dan menghilangkan sesak (anti-asthmatic). KANDUNGAN KIMIA: Ergosterol, coumarin, fungal lysozyme, asam protease, protein yang larut dalam air, asam amino, polypeptidase dan saccharida, serta beberapa macam mineral seperti natrium (Na), calcium (Ca), zinc (Zn), copper (Co) dan mangan (Mn).

sumber http://www.iptek.net.id

May 4, 2009 at 9:46 pm Leave a comment

Khasiat Bunga Matahari

bmatahar Bunga Matahari
(Helianthus annuus Linn.)

Sinonim :

Familia :
Compositae

Uraian :
Herba anual (umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1 – 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.

Nama Lokal :
bungngong matahuroi, bungka matahari, purbanegara; Bunga panca matoari, bunga teleng matoari, Sungeng; kembang sarengenge, kembhang mataare, bungga ledomata; kembang sangenge, kembhang tampong are; Xiang ri kui (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Hipertensi, Sakit kepala, Sakit gigi, nyeri menstruasi, reumatik; Nyeri lambung, radang payudara, Sulit melahirkan, Disentri, Campak; Infeksi saluran kencing, Bronkhitis, Batuk, Keputihan, Malaria;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan: dikeringkan.

KEGUNAAN:
Bunga: Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala,
pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), nyeri
lambung (gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatik
(arthritis), sulit melahirkan.
Biji: Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang
pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.
Akar: Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk
rejan (pertussis), keputihan (leucorrhoe).
Daun: Malaria.

Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum):
Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk
nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang
air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria)
dan ari kemih berlemak (chyluria).

PEMAKAIAN:
Bunga: 30 – 90 gr.
Dasar bunga (Receptaculum): 30 – 90 gr.
Sumsum dari batang: 15 – 30 gr. rebus.
Akar : 15 – 30 gr.

PEMAKAIAN LUAR: Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

CARA PEMAKAIAN:
Bunga (Flower head) :
1. Sakit kepala:
25 – 30 gr bunga + 1 butir telur ayam (Tidak dipecahkan) + 3 gelas
air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 x sehari.

2. Radang payudara (Mastitis):
Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur.
Setelah kering digongseng/sangrai sampai hangus, kemudian
digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum 10-15 gr,
dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 kali sehari, minum
pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).

3. Rheumatik:
Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke tempat
yang sakit.

4. Disentri :
30 gr biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat,
ditambahkan gula batu secukupnya, minum.

Akar :
1. Kesulitan buang air besar dan kecil:
15 – 30 gr akan segar direbus, minum.

2. Infeksi saluran kencing:
30 gr akar segar direbus. (jangan lama-lama, sewaktu baru mendidih,
diangkat), minum.

CATATAN : Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Tractus digestivus).

PERHATIAN : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga !

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa lembut, netral. Bunga: Menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik). Biji : Anti dysentery, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym, dll.), merangsang pengeluaran campak (measles). Daun: Anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria. Akar: Anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri. Sumsum dari batang dan dasar bunga: Merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih. KANDUNGAN KIMIA: Bunga : Quercimeritrin, helianthoside A,B,C , oleanolic acid, echinocystic acid. Biji : Beta-sitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4-benzopyrene. Dalam 100 g minyak biji bunga matahari: Lemak total: 100, lemak jenuh: 9,8: lemak tidak jenuh: Oleat 11.7 dan linoleat 72.9, cholesterol: -.

sumber http://www.iptek.net.id

May 4, 2009 at 9:43 pm 5 comments

Atasi Kecanduan Nikotin dengan Pisang

pisangAnda yang berusaha menghentikan kebiasaan merokok, seringkali terkendala karena sudah terlanjur kecanduan pada nikotin. Untuk mengatasinya, cobalah mengkonsumsi pisang. Kandungan B6 dan B12 di dalam pisang membantu untuk menetralisir pengaruh nikotin.
Selain manfaat itu, masih banyak manfaat pisang untuk kesehatan.
Mengatasi anemia
Pisang mengandung cukup banyak zat besi, sehingga efektif untuk mengatasi anemia. Makanlah dua buah pisang setiap hari.
Antidepresan
Kandungan asam triptopthan dalam pisang yang diubah menjadi serotonin (zat yang dapat mengubah suasana hati) dapat mengatasi depresi dan stres. Selain itu, kandungan vitamin B6 di dalamnya dapat mengatur kadar glukosa dalam darah yang dapat mengubah mood.
sumber tenaga
Pisang dapat dicerna dengan mudah, gula yang terdapat dalam buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus dengan cepat.
Baik untuk ibu hamil
Pisang disarankan bagi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim.
Menetralkan asam lambung
Punya masalah dengan lambung? Cobalah mengkonsumsi pisang yang dicampur susu cair. Ramuan ini mampu menetralkan keasaman lambung.
Makanan alternatif untuk penderita diabetes
Bukan sembarang pisang, tetapi pisang Goroho yang akrab bagi masyarakat Gorontalo, Sulawesi Utara. Pisang Goroho yang belum matang dikukus, kemudian dicampur kelapa parut muda, menjadi santapan lezat yang aman bagi para penderita diabetes.
Untuk mendapatkan semua manfaat itu, Anda tak perlu repot mengolah pisang atau mencampurkannya dengan bahan yang lain. Satu buah pisang mengandung rata-rata kalori 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 miligram (mg), serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A44RE, Vitamin B 0,08 mg, vitamin C 3 mg dan air 72 gram.
Pilihlah pisang yang sudang matang, kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning. Pisang matang lebih mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diserap ke dalam peredaran darah.

sumber http://sehat.suaramerdeka.com

May 1, 2009 at 9:36 am Leave a comment

cara pencegahan flu babi

Penyakit flu babi ini memiliki waktu inkubasi 3-5 hari, dengan gejala-gejala mirip flu biasa, yaitu batuk, pilek, suhu tinggi, mual, muntah dan dapat menimbulkan diare.

BELUM sirna rasa waswas kita terhadap ancaman penyakit flu burung (avian influenza), kini datang ancaman penyakit lain, yakni flu babi. Flu babi merebak di dunia dan menelan korban tewas 152 orang dari 2.500 penderita flu babi, sampai akhir April ini. Mula-mula dari meksiko, Amerika Utara kemudian dilaporkan merebak di Selandia Baru dan beberapa negara Eropa.

Badan dunia WHO telah meningkatkan dari kewaspadaan level III menjadi IV, dan bahkan kemungkinan bisa menjadi kriteria pandemi. Penyakit seperti ini pernah menjadi pendemi tahun 1918-1919 dengan korban tewas lebih dari 20 juta orang. Beberapa laporan bahkan memperkirakan koban tewas mencapai 100 juta orang (Swaminathan, 2008: Serious Viral Illnesses in the Adult Patient).

Flu babi yang dikhawatirkan saat ini disebabkan oleh spesies virus yang secara ilmiah memiliki kodifikasi H1N1. Menurut Southwick (2008) dalam Infectious Diseases, kode H1N1 berasal dari dua segmen gen spesifik dari delapan segmen gen yang ada pada ribonucleic acid (RNA) tiap spesies virus. Kedua segmen gen tersebut adalah gen hemagglutinin (H) dan gen neuraminidase (N) yang penting sebagai media pathogenisitas dan immunogenisitas.

Seperti virus-virus lain yang menyebabkan penyakit, virus ini di dalam tubuh sulit dimatikan, namun dengan pemanasan lebih dari 70 derajat Celcius, virus ini dapat dipastikan mati. Hal inilah yang kemudian memberikan kepastian kepada konsumen daging babi, bahwa daging babi tidak menularkan penyakit ini bila dimasak atau dipanaskan dengan benar.

Asal usul virus

Virus ini berasal dari bentukan baru atau reassormen (reassortment) dari satu atau lebih spesies virus. Reassormen dapat diartikan sebagai pertukaran segmen gen dari spesies satu dengan speseis tertentu lainnya. Proses reassormen dan produksi spesies influensa manusia yang virulen dapat terjadi pada babi yang dapat terinfeksi baik dari spesies influenza burung maupun manusia. Virus H1N1 yang merupakan ”koalisi” dari spesies virus flu burung, spesies virus flu manusia dan spesies virus flu babi itulah yang saat ini mengancam kita semua.

Penamaan flu babi sesungguhnya kurang tepat, namun karena reassormen terjadi pada babi, nama itulah yang melekat pada penyakit ini. Virus bentukan baru ini kemudian menjadi penyebab penyakit flu babi pada manusia yang diduga menular dari manusia ke manusia. Penyakit flu babi ini memiliki waktu inkubasi 3-5 hari, dengan gejala-gejala mirip flu biasa yaitu batuk, pilek, suhu tinggi, mual, muntah dan dapat menimbulkan diare.

Pemutusan Rantai

Pencegahan penyakit flu babi pada manusia berprinsip pada pemutusan rantai virus tersebut ke manusia. Beberapa aksi pencegahan dapat dilakukan seperti tersaji berikut ini. Pertama, pelaksanaan biosekuriti pada peternakan-peternakan babi yang menjadi perantara atau rantai penentu timbulnya spesies virus H1N1. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan mendesinfeksi dan mengawasi semua ternak babi, terutama terhadap gejala gejala penyakit flu babi.

Gejala flu babi (swine influenza/ swine plaque) pada ternak terdiri dari peningkatan suhu tubuh, batuk dan mengeluarkan lendir dari kerongkongan, perubahan warna mata, mual, muntah, dan selalu berbaring serta tanda tanda lain seperti gangguan pada mata karena terbentuknya conjungtivitis mucopurelent, yang spesifik (Dunne, 1964; Disease of Swine). Walaupun flu babi yang terjangkit pada babi bukan flu babi seperti halnya pada flu babi yang terjangkit pada manusia, namun babi merupakan media pembentuk spesies virus baru (H1N1).

Penemuan terhadap ternak babi yang terkena penyakit harus segera dimusnahkan, dengan mempertimbangkan pemusnahan ternak-ternak di sekitarnya. Program vaksinasi flu babi terhadap ternak ternak babi juga merupakan tindakan yang dianjurkan.

Kedua, perhatian terhadap orang orang pada ring pertama dari ternak babi. Semua orang baik pekerja di peternakan (babi) maupun petugas di bidangnya yang berhubungan langsung (dekat) dengan ternak babi harus diberi perlakuan khusus, misalnya memakai masker hidung dan mulut, dan acap kali mencuci tangan dengan sabun antiseptik.

Ketiga, pengawasan terhadap transportasi. Aktivitas transportasi dapat memindahkan ternak babi maupun manusia (terinfeksi), yang berpotensi menularkan penyakit flu babi baik pada babi maupun pada manusia.

Pengawasan seharusnya diperketat pada ternak (babi) dan penumpang yang berasal dari daerah wabah atau sentra-sentra peternakan babi. Alat deteksi suhu badan dapat dipakai untuk mengawasi penumpang dan ternak (babi) dengan jumlah banyak secara efektif.

Keempat, penanganan penderita penyakit flu babi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dari manusia ke manusia (cluster). Penularan penyakit ini dari manusia ke manusia diperkirakan lebih mudah dan lebih cepat. Oleh karena itu penanganan penderita flu babi seharusnya dilakukan oleh para petugas kesehatan yang telah diberikan bekal dan piranti bantu untuk keperluan penanganan terhadap penderita.

Kelima, penyuluhan tentang flu babi dan pencegahanya dilakukan kepada komunitas produsen babi dan masyarakat luas agar pelaporan terjadinya penyakit ini baik pada ternak babi ataupun manusia dapat terdeteksi dan terlaporkan serta tertangani dengan lebih cepat dan benar.

Terbentuknya spesies baru virus H1N1, yang berasal dari spesies virus influenza manusia dan spesies virus influenza burung, diketahui terjadi pada babi. Babi sendiri dapat terinfeksi spesies virus influenza babi. Dengan demikian segala upaya agar spesies virus flu burung ataupun spesies virus flu manusia tidak terinfeksi pada babi, merupakan tindakan pencegahan dini terbentuknya (reassormen) virus H1N1.

Korban yang telah berjatuhan di Meksiko dan negara-negara lain seharusnya menjadi keberuntungan kita, karena kita dapat lebih bersiap untuk mencegah datangnya wabah flu babi. Otoritas pencegahan penyakit ini berada pada pemerintah, namun masyarakat wajib dan seharusnya secara proaktif melakukan pencegahan penyakit ini, sehingga kondisi yang aman dari flu babi dapat terwujud. (80)

–– Prof Dr Ir V Priyo Bintoro, MAgr, Guru Besar pada Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.

sumber http://suaramerdeka.com

May 1, 2009 at 9:30 am 2 comments

Antisipasi flu Burung dengan obat alami

Akhir-akhir ini masyarakat was-was dengan munculnya penyakit flu burung (avian influenza) yang mengantarkan penderitanya pada kematian. Flu burung pada awalnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang bangsa unggas, seperti ayam, itik, bebek, kalkun, merpati, unggas air, burung-burung piaraan, maupun burung liar. Namun, pada perkembangannya, virus flu burung mengalami mutasi sehingga virus tersebut dapat tersebar dan menular pada hewan lain seperti babi, kuda bahkan manusia. Seperti halnya virus influenza, virus flu burung mempunyai kemampuan melakukan perubahan genetik atau mutasi sehingga berkembang menjadi beberapa varian
Gejala umum unggas yang terinfeksi virus flu burung biasanya bervariasi,dan hampir sama dengan unggas yang terinfeksi virus tetelo. Antara lain,bersin-bersin, kesulitan bernafas, pembengkakan pada kepala, jengger berwarna biru, bercak merah pada sayap, kaki membengkak sehingga tidak dapat berjalan, kepala dan leher berputar-putar, mencret-mencret, nafsu makan berkurang, dan penurunan produksi. Tinggi-rendahnya kematian unggas tergantung pada tipe dan galur virusnya.

Sedangkan gejala flu burung yang menyerang manusia, hampir sama seperti flu biasa namun tingkat kematiannya lebih tinggi. Gejala itu antara lain, penderita mengalami demam tinggi sekitar 40 derajat celsius, sakit kepala, pusing, batuk dan sesak nafas, gatal dan sakit tenggorokan, tubuh terasa lemas dan pegal-pegal, hidung beringus, mata memerah karena peradangan. Pada anak kecil sering disertai mencret dan muntah.

Cara alamiah pencegahan dan antisipasi virus flu burung dapat ditempuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina, yang diperoleh melalui tumbuhan obat. Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk masalah ini adalah: ambil jahe dan lobak secukupnya, lalu dijus. Campuran itu kemudian disiram ke ayam. Masak daging ayam dengan api pada suhu 100 derajat celsius hingga matang, lalu masak lagi selama setengah jam. Masukkan bahan makanan dan bumbu seperti cuka beras putih, lobak, jamur kuping, bawang putih dan lada. Masak sematang-matangnya.
Atau cara lain dengan menggunakan ramuan berkhasiat yang diminum langsung, ambil 15 gram sambiloto, 4 siung bawang putih, 15 gram jahe, 25 gram kencur,direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring airnya, diminum dengan menambahkan 1 sendok makan madu.

Cara lainnya adalah menggunakan 60 gram krokot hijau segar, 30 gram pegagan segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring airnya lalu diminum. Atau gunakan 5 butir kiamboi/sunboi diblender dengan 200 cc air kelapa hujau. Tambahkan madu lalu diminum.

Bisa juga mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari 30 gram buah jali ang direndam terlebih dahulu hingga lunak, tambahkan 30 gram kacang hijau, jahe, gula merah secukupnya, direbus dengan air sehingga menjadi bubur lalu dimakan selagi hangat.

sumber http://id.88db.com

May 1, 2009 at 9:28 am Leave a comment

Older Posts Newer Posts


Pilih bahasa

Categories

status

kaskusradio.com

KasKusRadio - Indonesian Radio

rank

Alexa Certified Traffic Ranking for ayobertani.wordpress.com
October 2017
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031